Benteng Toboali Jejak Kesultanan di Ujung Selatan Bangka

    
    
Benteng Toboali  Jejak Kesultanan di Ujung Selatan Bangka
Admin Wonder Nusantara | 15 Feb 2026, 21:06 | 0


Video : Wonder Nusantara I Babel

Di sebuah bukit yang menghadap langsung ke laut biru di Kelurahan Tanjung Ketapang, Kecamatan Toboali, berdiri sisa-sisa kokoh sebuah benteng yang tampak diam namun menyimpan banyak kisah. Benteng Toboali bukan sekadar reruntuhan batu — ia adalah saksi bisu konflik, perdagangan, dan perjalanan panjang sejarah di Kepulauan Bangka Selatan.

Diperkirakan berdiri sejak abad ke-18, Benteng Toboali awalnya dibangun untuk mengamankan kekayaan alam yang menjadi rebutan banyak pihak: timah. Sebelum Belanda benar-benar mengokohkan kekuasaannya di pulau ini, benteng ini diyakini pada awalnya didirikan oleh Sultan Ahmad Najamuddin I Adikesumo dari Kesultanan Palembang sebagai basis pertahanan dan pengawasan pertambangan timah yang sedang berkembang di wilayah selatan Pulau Bangka.

Seiring dengan berjalannya waktu, benteng yang dibangun dari batu bata dan batu granit ini tak hanya menjadi basis militer, tetapi juga pusat administrasi dan pemerintahan kala itu. Ia dipandang strategis karena dari atas bukit kecil itu, siapa pun bisa mengawasi lalu lintas laut dan aktivitas di daratan, tanpa pernah benar-benar kehilangan jejak siapa pun yang lewat.

Namun, sejarah tak berhenti di sana. Benteng ini kemudian berpindah tangan berkali-kali — dari Kesultanan Palembang ke kekuasaan Belanda, kemudian di bawah kendali Jepang pada masa pendudukan, hingga akhirnya menjadi bagian dari perjalanan panjang bangsa ini menuju kemerdekaan.

Kini, meskipun banyak struktur aslinya telah runtuh dimakan waktu, benteng ini tetap berdiri sebagai cagar budaya yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini. Para pengunjung yang datang bukan hanya disuguhi pemandangan bukit dengan laut yang tenang di bawahnya; mereka juga diajak menyentuh sejarah — membayangkan bagaimana pasukan penjaga benteng berdiri waspada, bagaimana pedagang timah berdatangan dan beradu kepentingan, dan bagaimana waktu mengalir membentuk identitas sebuah kota.

Di antara reruntuhan itu, Benteng Toboali tetap menyapa — tidak sekadar sebagai bangunan tua, tetapi sebagai penjaga kisah tentang strategi, kekuasaan, dan kehidupan masyarakat Bangka Selatan yang tak lekang oleh sejarah.

Kini, Benteng Toboali bukan lagi simbol pertahanan. Ia menjelma menjadi ruang ingatan. Tempat di mana sejarah bertemu dengan lanskap yang indah. Tempat anak-anak muda belajar tentang identitas daerahnya. Tempat wisatawan berdiri, memandang laut, dan menyadari bahwa Bangka Belitung bukan hanya tentang pantai dan bebatuan granit — tetapi juga tentang peradaban dan perjuangan.

Wonder Nusantara — Menjelajah Cerita, Menjaga Warisan.

Ingin telusuri lebih? Klik disini