Video : Wonder Nusantara I Jambi
Tidak semua perjalanan dimulai dari peta.
Sebagian justru berangkat dari cerita.
Di tengah Kota Jambi, ketika lalu lintas dan bangunan mulai menepi, ada sebuah ruang air yang tenang menyimpan kisah lama: Danau Sipin. Warga setempat mengenalnya juga sebagai Solok Sipin, sebuah danau yang terbentuk dari jejak tua Sungai Batanghari. Tapi bagi masyarakat, danau ini bukan hanya bentang alam—ia adalah tempat legenda tumbuh bersama kehidupan kota.
Kami tiba menjelang sore. Angin lembut mengusap permukaan air, memantulkan cahaya matahari yang mulai rendah. Di sinilah perjalanan kami dimulai, bukan hanya menyusuri danau, tetapi juga menyusuri ceritanya.
Di balik ketenangan Danau Sipin, masyarakat Jambi menyimpan cerita tentang Cik Upik. Konon, ia adalah seorang perempuan cantik yang datang dari hulu Batanghari. Dalam beberapa versi kisah rakyat, Cik Upik mengalami peristiwa besar di aliran sungai yang kemudian mengubah bentang alam di sekitarnya.
Air yang tenang hari ini dipercaya sebagai saksi masa lalu—tempat cerita, kehilangan, dan harapan berpadu. Legenda itu tidak selalu dituturkan dengan cara yang sama, tapi maknanya serupa: Danau Sipin lahir bukan hanya dari geologi, tetapi juga dari ingatan kolektif masyarakat Jambi.
Saat perahu kecil bergerak perlahan di atas air, cerita itu terasa hidup. Riak air seakan menyimpan bisik-bisik masa lalu yang terus mengalir hingga sekarang.
Menyusuri Danau Sipin adalah pengalaman yang unik. Jarang ada danau seluas ini berdiri di tengah kota, namun tetap menghadirkan rasa damai.
Perahu-perahu kecil—disebut ketek oleh warga—mengantar pengunjung berkeliling permukaan danau. Dari atas air, wajah Jambi terlihat berbeda: rumah-rumah di tepi danau, keramba ikan yang tenang, burung-burung air yang melintas rendah, dan anak-anak yang bermain di pinggir dermaga.
Tidak ada tergesa.
Tidak ada bising berlebihan.
Hanya air, angin, dan waktu yang berjalan pelan.
Di sinilah Danau Sipin menjadi ruang healing urban, tempat warga kota dan wisatawan menurunkan ritme hidupnya.
Menjelang senja, Danau Sipin berubah suasana. Cahaya jingga memantul di permukaan air. Jalur pejalan kaki mulai dipenuhi keluarga, pasangan muda, hingga pedagang UMKM yang membuka lapak kecil.
Aroma kopi, jajanan lokal, dan hidangan sederhana bercampur dengan udara danau. Wonder Nusantara melihat momen ini sebagai wajah lain pariwisata: wisata yang tumbuh bersama ekonomi lokal.
Danau Sipin bukan hanya tempat singgah, tetapi ruang hidup bagi warga sekitarnya.
Danau Sipin adalah contoh bahwa destinasi tidak selalu harus jauh dan megah. Kadang, yang paling bermakna justru berada di tengah kota, menyimpan legenda, memberi ruang bagi UMKM, dan menghadirkan pengalaman yang manusiawi.
Legenda Cik Upik, perahu kecil yang mengapung, senja di atas air, dan senyum warga lokal—semuanya membentuk satu narasi:
bahwa Indonesia hidup dari cerita dan perjumpaan.
Danau Sipin bukan hanya untuk dilihat, tapi untuk dirasakan.