Wonder Nusantara I Klaten I Jawa Tengah
Di wilayah Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, ada satu desa yang kini dikenal sebagai desa kreatif berbasis wisata air: Desa Manjungan.
Berawal dari potensi alam sederhana berupa sumber mata air, desa ini berhasil menyulapnya menjadi destinasi wisata unggulan yang mampu menghasilkan pendapatan di atas Rp100 juta.
Ikon utama desa ini adalah Umbul Susuhan. Dahulu, lokasi ini hanya dimanfaatkan warga untuk mandi dan mencuci. Namun melalui pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Umbul Susuhan ditata ulang menjadi pemandian alami yang asri dan tertata.
Keunggulan utamanya:
Air sangat jernih dan segar
Tidak pernah kering meski musim kemarau
Suasana pedesaan yang tenang dan alami
Dengan harga tiket masuk sekitar Rp10.000, wisata ini terjangkau untuk semua kalangan.
Umbul Susuhan kini dilengkapi dengan:
Kolam anak
Kolam dewasa
Kolam khusus wanita
Gazebo
Mushola
Kamar mandi
Kantin UMKM warga
Lokasinya berada di Jl. Klaten–Jatinom No.7, Manjungan, dan buka setiap hari pukul 05.00–17.00 WIB. Pengunjung biasanya datang pagi hari untuk menikmati suasana lebih sejuk dan air yang masih sangat segar.
Tak berhenti di satu potensi, Desa Manjungan juga mengembangkan agrowisata “Hanafisa” dengan konsep danau buatan dan sepeda air. Ke depan, wahana outbound juga direncanakan untuk memperluas segmentasi pasar, terutama rombongan sekolah dan komunitas.
Langkah ini menunjukkan bahwa desa tidak hanya mengandalkan satu sumber pendapatan, tetapi terus berinovasi agar wisata tetap hidup dan berkembang.
Keberhasilan pengelolaan wisata air ini memberikan dampak ekonomi signifikan:
Pendapatan desa menembus lebih dari Rp100 juta
UMKM lokal tumbuh melalui kantin dan lapak kuliner
Lapangan kerja tercipta bagi pemuda desa
Desa menjadi lebih dikenal sebagai tujuan wisata alternatif Klaten
Model pengelolaan berbasis BUMDes dan partisipasi warga menjadi kunci keberlanjutan.
Desa Manjungan membuktikan bahwa potensi sederhana seperti mata air bisa menjadi kekuatan ekonomi bila dikelola dengan visi dan kreativitas. Dari desa yang dulu hanya dikenal sebagai wilayah pedesaan biasa, kini Manjungan menjelma menjadi desa wisata air yang produktif dan mandiri.