Tidak banyak yang menyangka, dari bambu dan limbah alam yang sering dianggap biasa, lahir karya seni yang mampu memikat siapa saja yang melihatnya. Di Karanganyar, kreativitas itu hadir dalam sebuah ruang budaya bernama Kampung Seni Ramadhan.
Festival ini digelar di kawasan Kampung Ramadhan Karanganyar, sebuah ruang kegiatan masyarakat yang selama bulan suci dipenuhi berbagai aktivitas sosial dan ekonomi. Di lokasi yang sama, pengunjung juga dapat menemukan bazar UMKM dan pasar murah yang diselenggarakan oleh Komunitas Seniman Karanganyar, sehingga kawasan ini menjadi pusat pertemuan antara seni, budaya, dan aktivitas ekonomi rakyat.
Kampung Seni Ramadhan merupakan persembahan perdana dari Sanggar Senthir Nusantara Jaya. Tempat ini menghadirkan suasana yang unik, di mana bambu-bambu dan material alam diolah menjadi instalasi dekoratif yang artistik dan penuh makna.
Seluruh dekorasi di venue ini merupakan hasil karya Tim Dekorasi Tresno Putro bersama para seniman kreatif lokal. Mengusung konsep “Sobo Kebon” atau masuk ke kebun, mereka mencoba menghadirkan kembali suasana desa yang akrab dengan alam. Bambu yang selama ini dianggap sederhana justru tampil sebagai elemen estetika yang kuat dan memikat.
Menurut Dony Sangaji, Ketua Sanggar Senthir Nusantara Jaya, konsep ini lahir dari semangat untuk menghidupkan kembali memori kreativitas masyarakat desa. Mengambil spirit desa. diharapkan akan tumbuh kreativitas tanpa batas dari alam.
Kampung Seni Ramadhan digelar mulai 7 hingga 16 Maret 2026 setiap pukul 15.00 hingga 22.00 WIB. Selama penyelenggaraan, masyarakat akan disuguhi berbagai pertunjukan seni yang sarat nilai budaya dan religi.
Beragam pertunjukan akan hadir, mulai dari hadroh, musik religi, hingga tarian sufi yang menghadirkan suasana spiritual di bulan Ramadhan. Selain itu, kekayaan seni tradisi juga ditampilkan melalui Reog, Gamelan Bocah, Orkes Keroncong, hingga Wayang Kulit yang akan menjadi penutup acara.
Tidak hanya pertunjukan seni, Kampung Seni Ramadhan juga menghadirkan pasar seni Ramadhan yang diisi bazar kerajinan, kuliner lokal, serta berbagai produk kreatif masyarakat.
Pemerhati budaya Ramadhan Isnain menilai kegiatan berbasis kesadaran alam seperti ini memiliki nilai yang lebih dalam. Menurutnya, kolaborasi antara potensi alam lokal dan semangat gotong royong pemuda mampu melahirkan karya yang memiliki jiwa sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif di daerah.
Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya dapat menikmati pertunjukan seni, tetapi juga ikut berpartisipasi dalam upaya pelestarian budaya lokal serta mempererat kebersamaan antarwarga.
Pemerintah daerah juga memberikan dukungan terhadap lahirnya ruang kreatif seperti ini. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Karanganyar, Yopi Eko Jati Wibowo, mengatakan pihaknya tengah menyiapkan langkah besar untuk membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Karanganyar.
Salah satu target yang sedang disusun adalah menghadirkan kalender event budaya secara rutin. Diharapkan kedepan dalam satu bulan minimal ada satu kali event seni budaya di Kota Wisata Karanganyar.
Festival Kampung Seni Ramadhan 1447 H diharapkan menjadi awal yang baik bagi pengembangan kegiatan seni dan budaya di Kabupaten Karanganyar. Selain memperkaya agenda budaya daerah, kegiatan ini juga diharapkan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi kreatif serta kesejahteraan masyarakat di Bumi Intanpari.
Bagi masyarakat yang ingin merasakan suasana Ramadhan yang berbeda, Kampung Seni Ramadhan menjadi ruang pertemuan antara seni, budaya, kebersamaan, dan ekonomi rakyat, di mana bambu sederhana berubah menjadi karya yang indah sekaligus menghidupkan kembali semangat gotong royong masyarakat.