Karak Sehat Tanpa Boraks dari Bolon, Colomadu

    
    
Karak Sehat Tanpa Boraks dari Bolon, Colomadu
Admin Wonder Nusantara | 15 Mar 2026, 12:22 | 0

Di sebuah kampung yang tenang di pinggiran Solo, aroma nasi kering yang dijemur di bawah matahari pagi menjadi tanda kehidupan ekonomi warga. Di Desa Bolon, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, puluhan ibu rumah tangga masih setia menjaga tradisi lama: membuat karak, camilan khas Jawa dari nasi yang dikeringkan lalu digoreng.

Namun karak dari kampung ini punya keistimewaan. Mereka memilih jalan berbeda — memproduksi karak sehat tanpa boraks, demi menjaga rasa asli sekaligus keamanan pangan bagi konsumennya.

Di salah satu sudut desa, kelompok UMKM karak binaan Mas Lilik setiap hari memproduksi karak secara tradisional. Prosesnya dimulai dari nasi yang dimasak, kemudian dicetak tipis, dijemur di bawah sinar matahari hingga kering, sebelum akhirnya siap digoreng menjadi kerupuk karak yang renyah.

Proses ini tidak menggunakan bahan tambahan kimia seperti boraks yang dulu sering dipakai sebagian produsen untuk membuat kerupuk lebih renyah. Sebaliknya, para pengrajin di Bolon mengandalkan cara alami dan pengalaman turun-temurun.

Setiap pagi, halaman rumah warga berubah menjadi “lantai produksi”. Lembaran karak putih tersusun rapi di tampah dan tikar bambu. Saat matahari bersinar terik, puluhan kilogram karak dijemur hingga kering sempurna.

Sebagian besar pengrajin adalah ibu rumah tangga, yang menjadikan usaha ini sebagai sumber tambahan penghasilan keluarga. Dengan semangat gotong royong, mereka membentuk kelompok usaha kecil yang terus bertahan di tengah persaingan makanan modern.

Karak bukan sekadar camilan. Bagi masyarakat Solo dan sekitarnya, karak adalah bagian dari identitas kuliner tradisional. Biasanya disajikan bersama sate, pecel, atau sebagai teman makan nasi.

Upaya membuat karak tanpa boraks menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas pangan sekaligus meningkatkan nilai jual produk UMKM desa. Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap makanan sehat, karak Bolon justru menemukan momentum baru.

Dengan kemasan yang lebih baik dan promosi yang lebih luas, produk ini berpotensi menjadi oleh-oleh khas dari wilayah Colomadu dan Solo Raya.

Apalagi lokasi Desa Bolon cukup strategis, tidak jauh dari Bandara Adi Soemarmo dan jalur wisata Solo – Boyolali – Karanganyar.

Karak sehat dari Desa Bolon membuktikan bahwa kuliner tradisional tetap bisa bertahan jika dikelola dengan semangat kebersamaan dan kualitas yang dijaga.

Bagi para pecinta kuliner lokal, berkunjung ke kampung pengrajin karak ini bisa menjadi pengalaman menarik: melihat langsung proses pembuatannya, mencicipi karak segar, sekaligus mendukung UMKM desa yang menjaga tradisi pangan sehat tanpa bahan kimia.

Karena dari kampung kecil di pinggir Solo ini, karak sederhana terus bercerita tentang rasa, tradisi, dan ketekunan warga desa.

#WonderNusantara #UMKMDesa #KarakSehat #KulinerTradisional #DesaBolon #Colomadu #KulinerSolo #UMKMLokal #WisataKuliner #BanggaProdukIndonesia

Ingin telusuri lebih? Klik disini