Kirab Agung Jumenengan PB XIV , Bayang-Bayang Dualisme Takhta

    
    
Kirab Agung Jumenengan PB XIV , Bayang-Bayang Dualisme Takhta
Admin Wonder Nusantara | 17 Nov 2025, 08:42 | 0


Solo, 15 November 2025

Prosesi Kirab Agung Jumenengan Pakubuwono XIV berlangsung khidmat dan meriah di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Sabtu (15/11). Ribuan warga memadati kawasan keraton hingga sepanjang jalan protokol Solo untuk menyaksikan momen bersejarah yang hanya terjadi dalam hitungan dekade.

Prosesi agung ini menandai penetapan Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubuwono XIV (Hamangkunegoro/Purbaya) sebagai penerus takhta almarhum Pakubuwono XIII.

Prosesi Dimulai dari Pagelaran Keraton

Upacara dimulai di Siti Hinggil dan Pagelaran Keraton. Setelah doa adat dipanjatkan, Kereta Kencana Garuda Kencana — simbol keagungan raja Mataram — keluar perlahan melewati Alun-Alun Utara. Masyarakat menyambut dengan sorak syukur, sementara prajurit keraton berbaris rapi mengiringi dari depan hingga belakang rombongan.

Kirab kemudian melintasi rute panjang:
Pagelaran → Alun-Alun Utara → Jalan Pakoe Boewono → Jenderal Sudirman → Mayor Kusmanto → Kapten Mulyadi → Veteran → Yos Sudarso → Slamet Riyadi → kembali ke Keraton.

Setiap titik yang dilewati dipadati warga yang ingin melihat langsung penobatan raja baru.

GKR Timoer Mendukung, Keluarga Besar Mengawal Prosesi

Putri sulung PB XIII, GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, hadir memberi restu dan dukungan. Ia menegaskan bahwa prosesi ini merupakan wujud kelanjutan adat dan amanah keluarga untuk menjaga stabilitas Keraton Surakarta.

“Kami berharap keraton kembali teduh, kembali bersatu,” ujarnya dalam pernyataan sebelumnya.


Bayang-Bayang Dualisme Takhta

Di tengah kemeriahan kirab, Keraton Surakarta masih menghadapi situasi dualisme suksesi. Putra PB XIII lainnya, KGPH Mangkubumi, juga diklaim sebagian pihak sebagai PB XIV versi lain. Peristiwa ini sempat disebut media sebagai “jumenengan kembar”, memunculkan interpretasi berbeda di masyarakat.

Solo Tetap Teduh, Budaya Tetap Berjalan

Meski diwarnai perbedaan pandangan, kirab berlangsung damai dan penuh penghormatan. Kota Solo memilih untuk merayakan adat dan menjaga martabat tradisi Mataram yang diwariskan turun-temurun.

Kirab Agung PB XIV menjadi bukti bahwa budaya adalah nafas yang selalu menyatukan masyarakat Solo, bahkan ketika gelombang perbedaan datang menerpa.

Wonder Nusantara: Mengawal Warisan Nusantara

Wonder Nusantara berkomitmen mengangkat peristiwa budaya dari seluruh daerah Indonesia — termasuk momentum besar di Keraton Surakarta ini — agar generasi muda memahami, menghargai, dan mencintai warisan leluhurnya.


Wonder Nusantara
Eksplorasi • Budaya • Nusantara

Ingin telusuri lebih? Klik disini