Wonder Nusantara, Ende, Nusa Tenggara Timur, bukan sekadar kota pesisir yang indah, tetapi juga saksi bisu sejarah Indonesia. Di kota inilah, Ir. Soekarno—proklamator dan Presiden pertama Republik Indonesia—menghabiskan masa pengasingannya pada 1934–1938. Dari tempat sunyi ini, gagasan dasar negara Pancasila lahir, menjadikan Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende sebagai destinasi bersejarah sekaligus spiritual yang wajib dikunjungi.
Pada 14 Januari 1934, pemerintah kolonial Belanda mengasingkan Bung Karno ke kota kecil di Pulau Flores: Ende. Di sinilah, jauh dari hingar-bingar pergerakan politik Jawa, Soekarno menghabiskan waktu bersama istri Inggit Garnasih, ibu mertuanya Amsi, dan anak angkat Ratna Juami.
Mereka tinggal di sebuah rumah milik Haji Abdullah Ambuwaru, di Kampung Ambugaga, sekarang dikenal sebagai Jalan Perwira, Ende Utara.
Rumah pengasingan ini sederhana: berdinding bata, beratap seng, dan berlantai semen. Namun dari ruang-ruang kecil itulah Soekarno membaca, menulis, merenung, dan menciptakan karya seni. Bahkan di sinilah ia menulis naskah drama berjudul Rahasia Kelimutu.
Di balik rumah, terdapat Taman Renungan tempat Bung Karno sering duduk di bawah pohon sukun bercabang lima—yang kemudian dipercaya sebagai inspirasi sila-sila Pancasila.
Sejak diresmikan sebagai museum pada 1954 dan kemudian ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional tahun 2014, rumah ini menyimpan berbagai artefak asli peninggalan Soekarno:
Ranjang besi dan kursi rotan
Setrika arang dan ketel air
Tongkat berkepala monyet
Biola, lemari, dan koleksi buku tua
Lukisan karya Bung Karno sendiri (termasuk "Pura Bali" tahun 1935)
Di ruang belakang, terdapat jejak telapak tangan Bung Karno saat bersujud dalam semedi. Sumur tua yang ia gunakan untuk wudhu masih terawat hingga kini, dan dipercaya memiliki nilai spiritual.
Terletak hanya 2,5 km dari pusat Kota Ende, lokasi ini sangat mudah dijangkau dari Bandara Hasan Aroeboesman. Museum buka Senin–Jumat pukul 08.00–16.00 WITA dan gratis untuk umum. Suasana yang hening membuat setiap pengunjung dapat merenungi semangat kebangsaan dari sang Proklamator.
Berwisata ke Rumah Pengasingan Bung Karno bukan hanya untuk mengenal masa lalu, tapi juga meresapi nilai perjuangan dan pemikiran yang membentuk jati diri bangsa Indonesia. Di tempat ini, kita belajar bahwa dari pengasingan dan kesunyian pun bisa lahir pemikiran yang menyatukan ratusan etnis, bahasa, dan agama—Indonesia.
Gunakan pemandu lokal untuk memahami detail cerita sejarahnya
Kunjungi juga Taman Renungan dan Monumen Pancasila
Datanglah di pagi hari untuk suasana lebih tenang
Bawa catatan atau jurnal—tempat ini akan menginspirasi Anda
Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende bukan hanya bangunan tua—ia adalah rumah gagasan bangsa. Tempat ini membuktikan bahwa ide besar bisa lahir di ruang sederhana, dari seseorang yang tak pernah menyerah pada keadaan. Jika Anda pencinta sejarah dan pencari makna, masukkan lokasi ini dalam daftar wajib perjalanan Anda di Indonesia Timur.
WonderNusantara mengajak Anda menelusuri jejak sejarah, bukan hanya untuk mengenang, tapi juga untuk membangun masa depan. ????
Yuk, jelajahi Indonesia dengan lebih bermakna!