Jembatan Merah Putih yang membentang megah di atas Teluk Ambon tidak hanya menjadi ikon transportasi, tetapi kini juga menjadi pusat rekreasi baru. Di bawah kolong jembatan bagian Galala dan Poka, pemerintah kota bersama masyarakat setempat mengembangkan taman kota kecil dengan konsep ruang hijau publik. Area ini dilengkapi dengan jalur pedestrian, taman bermain anak-anak, tempat duduk santai, serta area hijau yang ditanami pohon-pohon pelindung dan tanaman hias lokal Maluku.
Hadirnya RTH di bawah Jembatan Merah Putih membawa sejumlah manfaat penting:
Sebagai paru-paru kota: Menambah area hijau yang membantu menyerap polusi udara dan menghasilkan oksigen.
Ruang interaksi sosial: Menjadi tempat berkumpulnya warga untuk bersantai, berolahraga ringan, atau mengadakan kegiatan komunitas.
Pencegah banjir: Area hijau yang ditanami pepohonan juga membantu menyerap air hujan dan mencegah genangan.
Daya tarik wisata baru: Lokasinya yang unik di bawah jembatan menjadi spot foto dan destinasi wisata alternatif bagi warga maupun wisatawan.
Yang menarik, sebagian besar perawatan taman ini dilakukan secara gotong royong oleh komunitas warga sekitar. Mereka secara rutin melakukan bersih-bersih lingkungan, menanam pohon, hingga menjaga keamanan area ini agar tetap nyaman untuk semua kalangan.
Keberhasilan pengembangan ruang terbuka hijau di bawah Jembatan Merah Putih diharapkan menjadi inspirasi bagi pengembangan area serupa di titik-titik lain Kota Ambon. Ruang hijau yang ramah lingkungan dan ramah sosial menjadi bagian penting dalam mewujudkan Ambon yang lebih lestari dan layak huni.