Video Prabowo Aji-Klaten Jawa Tengah
Di tengah derasnya arus hiburan modern dan budaya digital, semangat melestarikan budaya tradisional ternyata masih tumbuh kuat di kalangan generasi muda. Pemandangan itu terlihat dalam Festival Ketoprak Pelajar yang digelar di SMK Negeri 1 Gantiwarno, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Ratusan pelajar tampil penuh percaya diri membawakan seni pertunjukan ketoprak Jawa di hadapan dewan juri dan para penonton. Aula sekolah pun berubah menjadi panggung budaya yang dipenuhi dialog khas Jawa, kostum tradisional, hingga cerita rakyat yang sarat pesan kehidupan.
Festival ini diikuti sekitar 300 siswa kelas 10 yang terbagi dalam beberapa kelompok pementasan. Masing-masing kelompok menampilkan lakon berbeda dengan durasi pertunjukan sekitar 45 menit. Menariknya, seluruh persiapan dilakukan secara serius mulai dari latihan dialog, pendalaman karakter, tata artistik panggung, hingga kekompakan antarpemain.
Bagi para pelajar, ketoprak bukan sekadar tugas sekolah atau perlombaan seni. Kegiatan ini menjadi ruang untuk mengenal lebih dekat budaya Jawa yang selama ini mungkin hanya mereka dengar dari generasi sebelumnya.
Salah satu peserta, Afifah Putri Ariani, mengaku awalnya merasa gugup karena baru pertama kali tampil dalam pertunjukan ketoprak. Namun pengalaman tersebut justru membuat dirinya semakin memahami budaya tradisional sekaligus belajar bekerja sama dalam tim.
Tak hanya melatih kemampuan seni peran, festival ini juga menanamkan nilai kebersamaan, disiplin, dan rasa percaya diri kepada para siswa. Proses latihan yang berlangsung selama dua hingga tiga bulan menjadi pengalaman penting bagi para pelajar untuk belajar menghargai proses dan budaya daerahnya sendiri.
Ketoprak sendiri merupakan salah satu seni pertunjukan tradisional khas Jawa yang memadukan drama, dialog, musik gamelan, dan unsur cerita rakyat maupun sejarah. Di tengah perkembangan zaman, keberadaan ketoprak kini mulai jarang ditemui di kalangan anak muda. Karena itu, festival seperti ini menjadi langkah penting agar seni tradisional tetap hidup dan memiliki regenerasi pelaku seni di masa depan.
Lewat panggung sederhana di lingkungan sekolah, para pelajar di Klaten membuktikan bahwa budaya tradisional tetap bisa tampil menarik, relevan, dan dekat dengan generasi masa kini. Sebab menjaga budaya bukan hanya soal mempertahankan warisan lama, tetapi juga tentang memberi ruang agar tradisi terus tumbuh bersama generasi baru.
Masih banyak cerita budaya, tradisi, dan pesona lokal Nusantara lainnya yang menarik untuk dijelajahi. Temukan kisah inspiratif budaya Indonesia hanya di WonderNusantara.com