Di lereng sejuk Gunung Lawu, tepatnya di Kecamatan Ngargoyoso, ada sebuah cerita sederhana tentang bagaimana satu orang petani bisa mengubah wajah desanya.
Namanya Pak Wajib.
Dari kebun jambu yang ia tanam dengan kesabaran, lahirlah sebuah kawasan yang kini dikenal sebagai Kampung Jambu di Desa Jatirejo.
Awalnya, kebun milik Pak Wajib hanyalah kebun jambu biasa. Ia mencoba menanam jambu merah di halaman dan lahannya di Dusun Candi, Jatirejo.
Namun hasilnya ternyata sangat baik.
Tanah vulkanik lereng Lawu yang subur, udara sejuk, dan perawatan yang telaten membuat pohon-pohon jambu tumbuh sehat dan berbuah lebat.

Melihat hasil itu, Pak Wajib tidak berhenti pada kebun miliknya saja.
Ia mulai mengajak tetangga dan warga desa untuk ikut menanam jambu.
Sedikit demi sedikit, pohon jambu mulai memenuhi pekarangan warga.
Dari beberapa pohon, berkembang menjadi puluhan, hingga akhirnya ratusan pohon.
Perkembangan itu kemudian melahirkan sebuah ide sederhana namun cerdas:
mengubah kebun jambu menjadi agrowisata petik buah.
Pengunjung yang datang ke desa bisa berjalan di antara pohon-pohon jambu, memetik buah langsung dari pohonnya, dan merasakan manis segar jambu dari kebun lereng Lawu.
Dari kebun rakyat, lahirlah Agrowisata Jambu PUJA (Putra Jambu) yang kini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata desa di Ngargoyoso.
Kisah Kampung Jambu Ngargoyoso menunjukkan satu hal penting:
pertanian desa bisa berkembang lebih jauh jika digabungkan dengan wisata dan kreativitas masyarakat.

Dari jambu, lahir berbagai aktivitas ekonomi baru, seperti:
penjualan buah segar
pembibitan jambu
produk olahan jambu
warung dan kuliner desa
wisata edukasi pertanian
Model seperti ini sering disebut agrowisata berbasis komunitas, di mana petani tidak hanya menjual hasil panen, tetapi juga menjual pengalaman dan cerita desa.
Dan semua itu berawal dari satu langkah sederhana: menanam pohon jambu.
Ada beberapa hal yang membuat Kampung Jambu di Ngargoyoso berbeda:
1. Dipelopori oleh petani lokal Bukan proyek besar, tetapi lahir dari inisiatif warga desa.
2. Kebun rakyat menjadi destinasi wisata Pengunjung bisa memetik langsung buah dari pohon.
3. Sentra jambu di lereng Lawu Ratusan pohon jambu tumbuh di kebun warga.
4. Wisata edukasi pertanian Anak-anak hingga keluarga bisa belajar tentang budidaya jambu.
5. Desa yang tumbuh dari kolaborasi Keberhasilan ini tidak hanya milik Pak Wajib, tetapi juga masyarakat Jatirejo.
Jika suatu hari Anda berkunjung atau menikmati udara sejuk Ngargoyoso, sempatkanlah singgah ke Desa Jatirejo.
Di sana, Anda tidak hanya menemukan jambu yang segar dari pohonnya, tetapi juga sebuah cerita tentang bagaimana ketekunan seorang petani bisa mengubah desa menjadi destinasi.
Dan dari lereng Lawu, kisah Pak Wajib mengingatkan kita:
kadang perubahan besar dimulai dari satu pohon yang ditanam dengan keyakinan.
#WonderNusantara #KampungJambu #Ngargoyoso #Karanganyar #WisataDesa #Agrowisata #CeritaDesa #PesonaLerengLawu #UMKMLokal #ExploreJateng