Sejarah Perebutan Kota Ambon : Kisah Gudang Cengkeh yang Berubah Jadi Benteng (Part 2)

    
    
Sejarah Perebutan Kota Ambon : Kisah Gudang Cengkeh yang Berubah Jadi Benteng (Part 2)
Admin Wonder Nusantara | 10 Apr 2026, 22:57 | 0

Sebuah bangunan tua berdiri tenang di pesisir Ambon. Hari ini ia terlihat sunyi, namun dulunya tempat ini adalah pusat perebutan kekuasaan—berawal dari gudang cengkeh, hingga berubah menjadi benteng pertahanan.

Benteng Amsterdam. Dindingnya tebal, menghadap laut, seolah masih berjaga. Sulit membayangkan bahwa tempat ini dulunya bukan benteng.


Video : Wonder Nusantara I Maluku

Lalu peta membawa kita pada satu pemahaman: posisi Hila di pesisir utara Ambon bukanlah kebetulan. Lokasi ini berada di jalur strategis pelayaran—jalur yang sejak abad ke-16 menjadi nadi perdagangan dunia, terutama untuk satu komoditas: cengkeh dari Maluku.

Di sinilah kisah itu bermula.

Pada tahun 1512, bangsa Portugis datang dan membangun loji sederhana. Fungsi utamanya hanya satu—menyimpan rempah sebelum dikirim ke Eropa. Gudang ini menjadi bagian dari rantai perdagangan global yang membuat Maluku dikenal sebagai “negeri emas”.

Namun situasi berubah ketika VOC datang pada awal abad ke-17.

Kilas balik peperangan ini membawa kita pada fase konflik besar. VOC berhasil mengalahkan Portugis dan merebut Ambon pada tahun 1605. Tapi kemenangan itu belum cukup. Mereka harus menghadapi perlawanan rakyat lokal yang kuat dari wilayah Hitu.

Di bawah kepemimpinan Kapitan Hitu, perlawanan terhadap VOC berlangsung sengit. Inilah titik penting yang mengubah segalanya.

Gudang rempah yang sebelumnya hanya tempat penyimpanan, kini berada di tengah wilayah konflik.

Ancaman datang dari darat dan laut. Jalur perdagangan yang sebelumnya menguntungkan berubah menjadi jalur rawan serangan. VOC pun mengambil keputusan strategis: memperkuat bangunan tersebut menjadi benteng pertahanan.

Sekitar tahun 1637, loji Portugis itu diubah total. Dinding diperkuat, menara pengawas dibangun, dan fungsi bangunan berubah menjadi pusat kontrol militer.

Nama “Amsterdam” kemudian diberikan—diambil dari ibu kota Belanda—sebagai simbol bahwa wilayah ini kini berada di bawah kendali penuh VOC.

Dari sinilah, sebuah gudang sederhana resmi berubah menjadi benteng yang menyimpan cerita besar tentang kekuasaan.

Kisah Benteng Amsterdam menunjukkan bahwa:

Benteng Amsterdam bukan hanya tentang masa lalu, tetapi tentang bagaimana Nusantara pernah menjadi pusat dunia.

Saksikan video lengkapnya di Wonder Nusantara
Temukan lebih banyak cerita sejarah, budaya, dan destinasi Indonesia yang belum banyak terungkap

Dan nantikan edisi ketiga: Benteng Amsterdam Bagian 3, yang akan mengulas kondisi terkini Benteng Amsterdam—bagaimana wujudnya hari ini dan upaya menjaga warisan sejarah ini tetap hidup.

Ingin telusuri lebih? Klik disini