
Oleh: Redaksi Wonder Nusantara
Indonesia kini semakin dikenal sebagai salah satu pusat wisata kuliner dan street food global, dengan permintaan konsumen yang terus naik seiring perjalanan wisata yang semakin berbasis pengalaman lokal dan digital. Tren ini bukan sekadar soal rasa — tetapi juga tentang budaya, digital engagement, dan peluang ekonomi kreatif untuk UMKM lokal.
1️⃣ Indonesia di Peta Kuliner Dunia
Dalam laporan kuliner global terbaru, beberapa kota Indonesia — seperti Jakarta, Bandung, Padang, Surabaya, Solo, dan Yogyakarta — masuk dalam daftar “100 Best Food Cities” oleh TasteAtlas, sebuah panduan kuliner internasional yang berbasis penilaian ribuan pengguna global. Hal ini menunjukkan bahwa masakan lokal dan street food Indonesia memiliki daya tarik yang diakui dunia, termasuk soto Betawi, batagor, rendang, rawon, dan nasi pecel yang sering menjadi favorit wisatawan dan lokal. (Travel And Tour World)
Selain itu, Agoda menempatkan Indonesia sebagai salah satu dari lima destinasi teratas di Asia yang paling banyak dicari untuk pengalaman kuliner, berdasarkan data pencarian pengguna antara Juni–Juli 2025. Hal ini menegaskan bahwa kuliner kini menjadi salah satu motivasi utama perjalanan wisatawan domestik dan internasional. (Indonesia Expat)
2️⃣ Program Nasional Dukung Gastronomi & UMKM
Pemerintah Indonesia terus menguatkan sektor kuliner sebagai bagian dari strategi pariwisata. Melalui inisiatif seperti Wonderful Indonesia Gourmet (WIG) dan ekspansi diplomasi kuliner pada 2026, pemerintah memperluas dukungan bagi MSME dan pelaku kreatif di sektor kuliner, termasuk melalui kurasi pengalaman gastronomi, mentorship bisnis, dan promosi internasional. (Antara News)
Program ini juga berfokus pada peningkatan keterampilan pengusaha kuliner lokal, integrasi produk UMKM dalam paket wisata, serta memperluas peluang bisnis melalui branding dan standarisasi yang dipercaya dapat menumbuhkan kepercayaan konsumen global.
3️⃣ Street Food & Night Market: Kebangkitan dan Relevansinya
Secara global, tren kuliner menyebut ari street food kembali naik daun, terutama di kota-kota yang mengembangkan “food tours” dan night market sebagai bagian dari pengalaman wisata modern. Fenomena ini bukan hanya soal makanan murah, tetapi menjadi pengalaman budaya yang dicari wisatawan. (Morning Pool)
Di Indonesia, street food seperti martabak goreng dengan topping kreatif, sate modern dengan saus fusion, hingga minuman lokal seperti boba gula aren atau teh herbal premium sedang muncul sebagai tren yang diprediksi akan semakin populer di 2026 — membuka peluang bagi UMKM kuliner untuk meningkatkan inovasi produk dan daya tarik visual mereka (yang penting untuk konten digital/short video). (Kasir Pintar)
4️⃣ Tren Digital dalam Kuliner — Viral di Media Sosial
Media sosial kini menjadi mesin tren kuliner, di mana video pendek dan konten visual menjadi trigger utama bagi street food dan menu lokal untuk go viral. Banyak UMKM yang sebelumnya kecil mendadak ramai kunjungan karena satu video TikTok atau Reels yang menarik — hal ini juga diperkuat oleh perilaku konsumen generasi muda yang mencari rekomendasi makanan melalui platform digital sebelum bepergian atau memesan. (Kompaspalu)

5️⃣ Peluang untuk UMKM dan Ekonomi Lokal
Data global dan nasional menunjukkan bahwa:
Culinary tourism menjadi salah satu segmentasi utama dalam perjalanan wisata modern, mendorong orang merencanakan perjalanan mereka berdasarkan pengalaman kuliner yang unik. (Indonesia Expat)
Tren street food tetap relevan dan experiential — menambah nilai bagi wisata dan ekonomi lokal. (MorningPool)
Program pemerintah serta data pencarian online mendukung bahwa kuliner bukan hanya kuliner — tetapi alat penggerak ekonomi kreatif, UMKM, dan pariwisata. (Antara News)
Bagi pelaku UMKM, ini bukan hanya soal menjual makanan — tetapi membangun cerita, pengalaman, dan keterlibatan digital yang bisa menarik wisatawan dan konsumen modern.
Kesimpulan: Menguatnya Kuliner sebagai Trend Wisata 2026
Tren kuliner dan street food yang sedang berkembang di Indonesia bukan sekadar fenomena lokal, tetapi bagian dari gelombang global culinary tourism. Indonesia telah diakui sebagai top foodie destination di Asia, dan program pemerintah semakin memperkuat posisi UMKM dan sektor kuliner dalam struktur pariwisata nasional. (Indonesia Expat + 1)
Dengan adaptasi digital yang tepat — termasuk konten media sosial, penggunaan data tren, dan strategi pengalaman pelanggan — UMKM kuliner bisa menjadi kunci penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan menjelang dan sepanjang 2026.
Jika Anda seorang pelaku UMKM kuliner atau street food, inilah waktu yang tepat untuk memperluas jangkauan pasar, memanfaatkan tren digital, dan tampil lebih kuat di ranah wisata kuliner.
Gabung sebagai Mitra Wonder Nusantara: KLIK DAFTAR
Telusuri Produk Makanan Lokal Klik di Bawah ini :