
Sumber foto: trip.com (afilliate)
Di balik lorong-lorong tenang Kota Solo, Kampung Batik Laweyan hadir sebagai destinasi yang membawa kita pulang ke akar budaya. Kawasan ini bukan sekadar tempat berwisata, melainkan ruang hidup yang telah berdenyut sejak ratusan tahun lalu. Laweyan dikenal sebagai salah satu pusat batik tertua dan paling berpengaruh di Solo, berdampingan dengan Kampung Batik Kauman dalam sejarah panjang perbatikan Nusantara.

Sumber foto: trip.com (afilliate)
Dengan luas wilayah sekitar 24,83 hektar dan dihuni kurang lebih 2.500 penduduk, Laweyan tumbuh sebagai kampung yang dibangun dari semangat niaga dan keterampilan tangan. Sebagian besar warganya adalah pedagang dan perajin batik, menjadikan aktivitas membatik bukan hanya tradisi, tetapi juga nadi kehidupan sehari-hari. Dari balik rumah-rumah lawas berpagar tinggi, motif demi motif lahir—menyimpan filosofi, doa, dan cerita zaman.


Sumber foto: trip.com (afilliate)
Berjalan menyusuri Laweyan seperti menapaki perjalanan waktu. Aroma malam batik, dinding-dinding bersejarah, serta keramahan warga menciptakan pengalaman trip yang hangat dan autentik. Di sinilah wisata bukan hanya tentang melihat, tetapi juga merasakan hidupnya sebuah warisan budaya.
Jadikan Kampung Batik Laweyan bagian dari perjalanan Anda di Solo.
Susuri gang bersejarahnya, temui para perajin batik, dan rasakan pengalaman membatik langsung dari sumbernya.
Trip ini cocok untuk wisata budaya, edukasi, hingga healing yang sarat makna.
Yuk rencanakan trip ke Laweyan sekarang dan temukan cerita di setiap motif batiknya.
Informasi disajikan untuk kebutuhan konten pariwisata dan referensi umum.
Jam operasional, aktivitas workshop, serta pengalaman wisata dapat berbeda tergantung pengelola dan kondisi di lapangan. Klik Disini