
Foto: Shopee.co.id (Affiliate)
Terbuat dari tempurung batok kelapa asli, properti Tari Tempurung ini menghadirkan kesederhanaan alam yang sarat makna budaya. Dengan diameter alami sekitar 8–11 cm, setiap set berisi sepasang tempurung (2 buah) yang dikemas rapi dalam kotak dus—siap digunakan untuk pertunjukan, edukasi budaya, maupun koleksi seni tradisi.

Foto: Shopee.co.id (Affiliate)
Tari Tempurung merupakan tarian rakyat yang menggambarkan kegembiraan panen kelapa, simbol kekompakan dan gotong royong. Tarian ini hidup di berbagai daerah Nusantara dengan ragam nama dan cerita:
Minangkabau, Sumatera Barat — dikenal sebagai Tari Galuak, diciptakan oleh Aji Muhammad (1952), terinspirasi dari aktivitas petani kelapa.
Gorontalo — disebut Tari Linthe, menggambarkan anak-anak menari gembira sambil membunyikan tempurung saat panen.
Sulawesi Utara — dikenal sebagai Cangkang Kelapa, sebagai wujud syukur keluarga petani kopra.
Kalimantan — Jepin Tempurung, tarian berpasangan dengan irama khas Melayu.
Properti tempurung dimainkan dengan gerakan terkoordinasi—langkah pasambahan, maju-mundur, hingga rantak (menepuk tempurung ke kaki)—diiringi musik etnis seperti rabana, gendang, gambus, dan suling, bahkan adaptasi musik modern. Busana khas Minangkabau berwarna hitam, melambangkan keberanian dan keteguhan.
Lebih dari sekadar properti tari, tempurung kelapa ini adalah penjaga irama budaya, menghubungkan generasi pada nilai kebersamaan dan rasa syukur. Cocok untuk sanggar tari, sekolah, event budaya, hingga koleksi etnik.

Foto: Shopee.co.id (Affiliate)
Yuk, rawat dan rayakan warisan Nusantara. Miliki Tempurung Batok Kelapa Tari Tradisional ini dan hidupkan kembali irama budaya bersama Wonder Nusantara.
Tautan berikut adalah link afiliasi.
Pemesanan melalui link ini mendukung Wonder Nusantara tanpa biaya tambahan bagi Anda.